Kalimat Majemuk: 4 Jenis, Contoh, dan 12 Soal + Pembahasan

Kalimat majemuk setara, bertingkat, campuran, dan rapatan lengkap dengan contoh kalimat dan konjungsinya

Kalimat majemuk adalah materi Bahasa Indonesia yang hampir selalu muncul dalam soal asesmen, mulai dari kelas atas SD hingga SMP dan SMA. Siswa diminta menentukan jenisnya, mencari konjungsinya, atau menggabungkan dua kalimat tunggal menjadi satu kalimat yang padu.

Masalahnya, banyak rangkuman di internet masih keliru, misalnya menggolongkan kalimat berkonjungsi "karena" sebagai kalimat majemuk setara, atau membuat soal yang punya dua jawaban benar. Artikel ini menyajikan pengertian, empat jenis kalimat majemuk beserta tabel konjungsinya, cara cepat membedakan setara dan bertingkat, aturan tanda koma sesuai EYD Edisi V, serta 12 soal pilihan ganda lengkap dengan pembahasan.

Pengertian Kalimat Majemuk

Kalimat majemuk adalah kalimat yang terdiri atas dua klausa atau lebih. Klausa sendiri adalah satuan bahasa yang sekurang-kurangnya memiliki subjek dan predikat. Jadi, cara paling mudah mengenalinya adalah menghitung jumlah predikat dalam kalimat.

Lawan dari kalimat majemuk adalah kalimat tunggal, yaitu kalimat yang hanya memiliki satu klausa. Perhatikan perbandingan berikut.

  • Kalimat tunggal: Rina membaca buku cerita. (satu predikat: membaca)
  • Kalimat majemuk: Rina membaca buku cerita, sedangkan adiknya menggambar. (dua predikat: membaca dan menggambar)

Ciri-Ciri Kalimat Majemuk

  • Memiliki dua klausa atau lebih, ditandai lebih dari satu predikat.
  • Klausa-klausanya biasanya dihubungkan dengan konjungsi (kata penghubung) seperti dan, tetapi, karena, atau ketika.
  • Pada kalimat majemuk rapatan, unsur yang sama cukup ditulis sekali sehingga kalimat lebih hemat.
  • Penulisan tanda komanya mengikuti aturan tertentu dalam EYD Edisi V.

Karena konjungsi menjadi penanda utama, ada baiknya Anda juga memahami materi kata penghubung (konjungsi) beserta jenis dan contohnya sebelum mengerjakan soal.

4 Jenis Kalimat Majemuk dan Contohnya

Buku pelajaran dan bahan ajar sekolah umumnya membagi kalimat majemuk menjadi empat jenis: setara, bertingkat, campuran, dan rapatan. Sebagian buku tata bahasa memasukkan rapatan sebagai bagian dari kalimat majemuk setara, jadi jangan heran jika ada sumber yang hanya menyebut tiga atau dua jenis.

Tabel 1. Ringkasan Jenis Kalimat Majemuk
JenisHubungan AntarklausaKonjungsi KhasContoh
SetaraSederajat, sama-sama klausa intidan, serta, atau, tetapi, sedangkan, laluAyah membaca koran, sedangkan Ibu menyiram bunga.
BertingkatTidak sederajat: induk kalimat + anak kalimatkarena, ketika, jika, agar, meskipun, sehinggaKami tetap berangkat meskipun hujan turun.
CampuranGabungan setara dan bertingkat, minimal tiga klausakombinasi konjungsi setara dan bertingkatKetika bel berbunyi, siswa masuk kelas dan guru mulai mengajar.
RapatanUnsur yang sama dirapatkan, ditulis sekalidan, serta, laluIbu memasak sayur dan menggoreng ikan.

1. Kalimat Majemuk Setara

Kalimat majemuk setara terdiri atas dua klausa atau lebih yang kedudukannya sederajat. Setiap klausa tetap bisa berdiri sendiri sebagai kalimat utuh jika konjungsinya dihilangkan. Berdasarkan hubungan maknanya, kalimat majemuk setara dibagi sebagai berikut.

  • Penjumlahan (dan, serta): Dinda menyapu halaman dan Rudi membersihkan jendela.
  • Pertentangan (tetapi, melainkan, sedangkan, padahal): Rumahnya dekat sekolah, tetapi ia sering terlambat.
  • Pemilihan (atau): Kamu mengerjakan tugas sekarang atau kamu menyelesaikannya nanti malam.
  • Urutan waktu (lalu, kemudian): Siswa berbaris di lapangan, lalu pembina upacara memasuki barisan.

2. Kalimat Majemuk Bertingkat

Kalimat majemuk bertingkat terdiri atas satu klausa utama yang disebut induk kalimat dan klausa lain yang disebut anak kalimat. Anak kalimat diawali konjungsi subordinatif dan tidak bisa berdiri sendiri. Misalnya, "karena hujan deras" bukan kalimat lengkap tanpa induknya.

Tabel 2. Hubungan Makna dan Konjungsi Kalimat Majemuk Bertingkat
HubunganKonjungsiContoh Kalimat
Waktuketika, saat, sejak, setelah, sebelum, sampaiKetika bel pulang berbunyi, siswa merapikan meja.
Sebabkarena, sebab, lantaranLomba ditunda karena lapangan tergenang air.
Akibatsehingga, sampai-sampaiIa belajar setiap malam sehingga nilainya meningkat.
Syaratjika, kalau, apabila, asalkanJika tugas selesai, kalian boleh istirahat.
Pengandaianseandainya, andaikan, andaikataSeandainya aku punya sayap, aku akan terbang ke bulan.
Tujuanagar, supaya, biarGuru menulis lebih besar agar siswa di belakang dapat membaca.
Konsesif (perlawanan)meskipun, walaupun, biarpunWalaupun lelah, Pak Budi tetap memeriksa tugas siswa.
Pemiripanseperti, seakan-akan, seolah-olahIa berlari seperti dikejar anjing.
CaradenganKakak menyelesaikan soal itu dengan menggambar diagram.
PelengkapbahwaKepala sekolah mengumumkan bahwa ujian dimajukan.
AtributifyangSiswa yang meraih juara mendapat piagam.

Baca juga: 7 Ciri-Ciri Kalimat Efektif + Contoh dan Latihan Soal Lengkap

3. Kalimat Majemuk Campuran

Kalimat majemuk campuran adalah gabungan kalimat majemuk setara dan bertingkat. Karena itu, kalimat ini paling sedikit memiliki tiga klausa, dengan dua jenis hubungan sekaligus.

Ketika hujan reda (anak kalimat), anak-anak keluar rumah (induk) dan mereka bermain bola di lapangan (klausa setara).

Pada contoh di atas, "ketika" menandai hubungan bertingkat, sedangkan "dan" menandai hubungan setara. Cara menganalisisnya: temukan dulu semua predikat, lalu tandai setiap konjungsi beserta jenisnya.

4. Kalimat Majemuk Rapatan

Kalimat majemuk rapatan terbentuk dari beberapa klausa yang memiliki unsur sama, lalu unsur yang sama itu cukup ditulis sekali. Perapatan bisa terjadi pada subjek, predikat, atau objek.

  • Subjek sama: Andi menyapu kelas. Andi mengepel lantai. → Andi menyapu kelas dan mengepel lantai.
  • Predikat sama: Nina membeli buku. Sari membeli buku. → Nina dan Sari membeli buku.
  • Objek sama: Ayah mencuci mobil itu. Kakak mengeringkan mobil itu. → Ayah mencuci, lalu kakak mengeringkan mobil itu.

Cara Membedakan Kalimat Majemuk Setara dan Bertingkat

Bagian inilah yang paling sering membuat siswa salah menjawab. Gunakan tiga uji sederhana berikut.

Uji 1: Lihat Jenis Konjungsinya

Konjungsi koordinatif (dan, serta, atau, tetapi, melainkan, sedangkan, lalu, kemudian) menandai kalimat majemuk setara. Konjungsi subordinatif (karena, ketika, jika, agar, meskipun, sehingga, bahwa) menandai kalimat majemuk bertingkat. Jadi, kalimat "Nita juara kelas karena rajin belajar" termasuk bertingkat, bukan setara.

Uji 2: Pindahkan Klausa ke Depan

Anak kalimat beserta konjungsinya umumnya bisa dipindah ke awal kalimat tanpa merusak makna. "Karena rajin belajar, Nita juara kelas" tetap berterima. Sebaliknya, klausa setara tidak bisa dipindah dengan cara itu: "Tetapi ia sering terlambat, rumahnya dekat sekolah" menjadi janggal.

Uji 3: Hilangkan Konjungsinya

Pada kalimat setara, setiap klausa tetap utuh jika konjungsi dihapus. Pada kalimat bertingkat, induk kalimat tetap utuh, tetapi anak kalimat terasa menggantung karena maknanya bergantung pada induk.

Tabel 3. Perbedaan Kalimat Majemuk Setara dan Bertingkat
AspekMajemuk SetaraMajemuk Bertingkat
Kedudukan klausaSederajatInduk dan anak kalimat
Jenis konjungsiKoordinatifSubordinatif
Klausa bisa dipindah ke depan?TidakYa (anak kalimat)
ContohAdik tidur, sedangkan kakak belajar.Adik tidur setelah kakak selesai belajar.

Satu catatan lagi: dalam ragam baku, konjungsi antarklausa seperti "sehingga", "sedangkan", dan "karena" sebaiknya tidak dipakai untuk membuka kalimat baru setelah titik, sebab tugasnya menghubungkan klausa dalam satu kalimat. Untuk menghubungkan dua kalimat terpisah, pakai konjungsi antarkalimat seperti "oleh karena itu", "akan tetapi", atau "sementara itu".

Aturan Tanda Koma dalam Kalimat Majemuk Sesuai EYD Edisi V

Penulisan tanda koma juga sering diujikan, terutama dalam soal menyunting kalimat. Berikut aturan pokoknya.

  • Koma dipakai sebelum konjungsi pertentangan tetapi, melainkan, dan sedangkan dalam kalimat majemuk setara. Contoh: Dia membaca cerpen, sedangkan adiknya melukis.
  • Koma dipakai setelah anak kalimat yang mendahului induk kalimat. Contoh: Kalau diundang, saya akan datang.
  • Koma tidak dipakai jika induk kalimat mendahului anak kalimat. Contoh: Saya akan datang kalau diundang.

Kebiasaan menulis koma dengan tepat juga membantu menyusun kalimat yang tidak ambigu, termasuk saat mengubah kalimat dalam materi kalimat aktif dan pasif beserta ciri dan jenisnya.

12 Soal Kalimat Majemuk + Kunci Jawaban dan Pembahasan

Soal berikut cocok untuk latihan siswa SMP, kelas 6 SD, maupun persiapan asesmen. Setiap soal dibuat hanya punya satu jawaban benar dan dilengkapi pembahasan singkat.

Soal 1

Kalimat berikut yang termasuk kalimat majemuk adalah ...

  1. Siswa kelas 8 sedang berolahraga di lapangan.
  2. Ibu guru membagikan hasil ulangan.
  3. Rani menulis puisi, sedangkan Doni membaca komik.
  4. Kami berangkat pukul tujuh pagi.

Kunci: C. Pembahasan: Kalimat C memiliki dua predikat (menulis dan membaca). Kalimat lain hanya memiliki satu predikat.

Soal 2

"Adik ingin bermain di luar, tetapi hujan turun sangat deras." Jenis kalimat majemuk tersebut adalah ...

  1. setara penjumlahan
  2. setara pertentangan
  3. bertingkat sebab
  4. bertingkat syarat

Kunci: B. Pembahasan: Konjungsi "tetapi" bersifat koordinatif dan mempertentangkan keinginan adik dengan kenyataan hujan.

Soal 3

"Nita menjadi juara kelas karena ia selalu belajar." Kalimat tersebut termasuk kalimat majemuk ...

  1. setara sejalan
  2. bertingkat hubungan sebab
  3. bertingkat hubungan akibat
  4. rapatan

Kunci: B. Pembahasan: "Karena" adalah konjungsi subordinatif penanda sebab. Klausa "karena ia selalu belajar" adalah anak kalimat dan bisa dipindah ke depan.

Soal 4

Anak kalimat pada "Pak Rahmat tetap mengajar walaupun suaranya serak" adalah ...

  1. Pak Rahmat tetap mengajar
  2. tetap mengajar walaupun
  3. walaupun suaranya serak
  4. Pak Rahmat

Kunci: C. Pembahasan: Anak kalimat diawali konjungsi subordinatif "walaupun" yang menyatakan hubungan konsesif.

Soal 5

Gabungan yang tepat dari "Dina membeli buku tulis" dan "Dina membeli pensil warna" adalah ...

  1. Dina membeli buku tulis dan pensil warna.
  2. Dina membeli buku tulis, sedangkan Dina pensil warna.
  3. Dina membeli buku tulis karena pensil warna.
  4. Buku tulis Dina membeli pensil warna.

Kunci: A. Pembahasan: Subjek dan predikat sama sehingga dirapatkan dan hanya objeknya yang digabung dengan "dan". Ini contoh kalimat majemuk rapatan.

Soal 6

Kalimat majemuk bertingkat yang menyatakan hubungan tujuan adalah ...

  1. Kami belajar kelompok agar memahami materi dengan baik.
  2. Kami belajar kelompok setelah pulang sekolah.
  3. Kami belajar kelompok, lalu makan siang bersama.
  4. Kami belajar kelompok sehingga cepat memahami materi.

Kunci: A. Pembahasan: "Agar" menandai tujuan. Pilihan B menyatakan waktu, C setara urutan, dan D akibat.

Soal 7

Penulisan tanda koma yang tepat terdapat pada kalimat ...

  1. Saya akan datang, jika diundang.
  2. Jika diundang, saya akan datang.
  3. Saya akan datang jika, diundang.
  4. Jika diundang saya, akan datang.

Kunci: B. Pembahasan: Koma dipakai setelah anak kalimat yang mendahului induk kalimat. Jika induk kalimat di depan seperti pada A, koma tidak diperlukan.

Soal 8

"Ketika matahari terbit, petani pergi ke sawah dan istrinya menyiapkan bekal." Kalimat tersebut termasuk kalimat majemuk ...

  1. setara
  2. bertingkat
  3. campuran
  4. rapatan

Kunci: C. Pembahasan: Ada tiga klausa dengan dua hubungan: "ketika" (bertingkat waktu) dan "dan" (setara penjumlahan).

Soal 9

Konjungsi yang tepat untuk melengkapi "Andi tidak menonton televisi, ... membaca buku di kamar" adalah ...

  1. sehingga
  2. melainkan
  3. karena
  4. agar

Kunci: B. Pembahasan: "Melainkan" dipakai setelah klausa bermakna negatif (tidak) untuk menyatakan hal yang sebenarnya.

Soal 10

Kalimat majemuk bertingkat yang menyatakan hubungan akibat adalah ...

  1. Jalan licin karena hujan semalaman.
  2. Hujan turun semalaman sehingga jalan menjadi licin.
  3. Hujan turun semalaman, tetapi jalan tidak licin.
  4. Walaupun hujan, jalan tidak licin.

Kunci: B. Pembahasan: "Sehingga" menandai akibat. Pilihan A menyatakan sebab, C setara pertentangan, dan D konsesif.

Soal 11

Kalimat berikut yang BUKAN kalimat majemuk setara adalah ...

  1. Kakak menyapu lantai, lalu Ibu mengepelnya.
  2. Kamu ikut lomba pidato atau kamu ikut lomba puisi?
  3. Beni rajin berlatih sehingga terpilih menjadi kapten tim.
  4. Rumah Sita besar, sedangkan rumah Tia kecil.

Kunci: C. Pembahasan: "Sehingga" adalah konjungsi subordinatif (akibat), jadi C termasuk bertingkat. Pilihan A, B, dan D memakai konjungsi koordinatif lalu, atau, dan sedangkan.

Soal 12

"Kepala sekolah mengumumkan bahwa kegiatan class meeting dimulai hari Senin." Fungsi anak kalimat yang diawali "bahwa" adalah ...

  1. menyatakan waktu
  2. menyatakan sebab
  3. melengkapi predikat (objek)
  4. menyatakan syarat

Kunci: C. Pembahasan: Klausa "bahwa ..." menjelaskan apa yang diumumkan, sehingga berfungsi sebagai pelengkap atau objek bagi predikat "mengumumkan".

Tabel 4. Ringkasan Kunci Jawaban Soal Kalimat Majemuk
No.KunciJawabanMateri yang Diuji
Konsep dan Jenis
1CRani menulis puisi, sedangkan Doni ...Mengenali kalimat majemuk
2Bsetara pertentanganMajemuk setara
3Bbertingkat hubungan sebabMajemuk bertingkat
4Cwalaupun suaranya serakAnak kalimat
5ADina membeli buku tulis dan pensil warna.Majemuk rapatan
6A... agar memahami materiHubungan tujuan
Penerapan dan Analisis
7BJika diundang, saya akan datang.Tanda koma EYD V
8CcampuranMajemuk campuran
9BmelainkanKonjungsi pertentangan
10B... sehingga jalan menjadi licinHubungan akibat
11CBeni rajin berlatih sehingga ...Membedakan setara dan bertingkat
12Cmelengkapi predikat (objek)Anak kalimat "bahwa"

FAQ seputar Kalimat Majemuk

Apa perbedaan kalimat tunggal dan kalimat majemuk?

Kalimat tunggal hanya memiliki satu klausa (satu predikat), sedangkan kalimat majemuk memiliki dua klausa atau lebih. Hitung saja jumlah predikatnya.

Apakah kalimat dengan kata "karena" termasuk majemuk setara?

Tidak. "Karena" adalah konjungsi subordinatif sehingga kalimatnya termasuk kalimat majemuk bertingkat hubungan sebab.

Berapa jumlah jenis kalimat majemuk?

Buku sekolah umumnya menyebut empat jenis: setara, bertingkat, campuran, dan rapatan. Ada juga sumber yang memasukkan rapatan ke dalam kalimat majemuk setara.

Apa itu induk kalimat dan anak kalimat?

Induk kalimat adalah klausa utama yang bisa berdiri sendiri. Anak kalimat adalah klausa yang diawali konjungsi subordinatif dan bergantung pada induk kalimat.

Kapan tanda koma dipakai dalam kalimat majemuk bertingkat?

Koma dipakai jika anak kalimat berada di depan induk kalimat. Jika induk kalimat lebih dulu, koma tidak dipakai.

Kesimpulan Materi Kalimat Majemuk

Kalimat majemuk adalah kalimat dengan dua klausa atau lebih, dan jenisnya ditentukan oleh hubungan antarklausa: setara, bertingkat, campuran, atau rapatan. Kunci menjawab soal dengan tepat adalah mengenali konjungsinya. Konjungsi koordinatif menandai kalimat setara, sedangkan konjungsi subordinatif menandai kalimat bertingkat.

Latih kemampuan ini bersama materi kebahasaan lain, misalnya kalimat fakta dan opini beserta ciri dan contohnya, agar siswa makin siap menghadapi soal membaca dan menulis. Simpan artikel ini sebagai bahan ajar, lalu baca juga materi Bahasa Indonesia lainnya di Ruang Belajar Channel.

Posting Komentar untuk "Kalimat Majemuk: 4 Jenis, Contoh, dan 12 Soal + Pembahasan"