.png)
Daftar Isi
- Pengantar Panduan Pembelajaran dan Asesmen 2025
- Dasar Hukum dan Regulasi Terbaru
- Prinsip Pembelajaran di Madrasah
- Prinsip Asesmen yang Efektif
- Perencanaan Pembelajaran dan Asesmen
- Pelaksanaan Pembelajaran Berdiferensiasi
- Jenis-Jenis Asesmen: Formatif dan Sumatif
- Contoh Praktik Pembelajaran dan Asesmen
- Evaluasi, Pelaporan, dan Tindak Lanjut
- Integrasi dengan Kokurikuler dan KBC
- Tantangan dan Solusi Implementasi
- FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
- Kesimpulan
Ruang Belajar Channel - Tahun 2025 menjadi tahun penting bagi pendidikan madrasah di Indonesia dengan implementasi penuh Kurikulum Merdeka yang dikuatkan melalui regulasi terbaru Kementerian Agama. Panduan Pembelajaran dan Asesmen di Madrasah Tahun 2025 (TERBARU) ini menjadi acuan utama bagi guru, kepala madrasah, dan pengawas untuk menciptakan proses belajar mengajar yang mendalam, berpihak pada murid, serta terintegrasi dengan nilai-nilai keislaman. Artikel ini menyajikan panduan super lengkap yang mencakup prinsip, strategi, contoh praktis, hingga integrasi dengan komponen kurikulum lainnya.
Pembelajaran dan asesmen tidak lagi terpisah, melainkan menjadi siklus terpadu yang bertujuan mengembangkan kompetensi murid secara holistik—kognitif, afektif, psikomotorik—dalam bingkai Profil Pelajar Pancasila dan kekhasan madrasah.
Pengantar Panduan Pembelajaran dan Asesmen 2025
Panduan Pembelajaran dan Asesmen di Madrasah Tahun 2025 merupakan adaptasi resmi dari panduan nasional Kurikulum Merdeka, disesuaikan dengan karakteristik madrasah yang mengintegrasikan ilmu agama dan umum. Panduan terbaru ini menekankan pembelajaran mendalam (deep learning), asesmen sebagai umpan balik berkelanjutan, serta fleksibilitas bagi madrasah untuk berinovasi sesuai konteks lokal dan nilai Islami.
Sasaran panduan ini adalah guru sebagai pelaksana utama, kepala madrasah sebagai pemimpin pembelajaran, pengawas sebagai pendamping, serta komunitas belajar (KKG/MGMP) untuk saling berbagi praktik baik.
Dasar Hukum dan Regulasi Terbaru
Implementasi pembelajaran dan asesmen di madrasah tahun 2025 didasarkan pada regulasi resmi berikut:
- Keputusan Menteri Agama (KMA) RI Nomor 1503 Tahun 2025 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum pada Madrasah – detail lengkap bisa dibaca di artikel ini.
- Keputusan Dirjen Pendis No. 6077/2025 tentang Implementasi Materi Pokok Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) – panduan praktisnya tersedia di sini.
- Panduan Pembelajaran dan Asesmen Edisi Revisi 2025 dari BSKAP Kemendikbudristek yang diadaptasi khusus madrasah.
- Regulasi pendukung seperti Permendikdasmen No. 10/2025 tentang Standar Kompetensi Lulusan dan Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran.
Prinsip Pembelajaran di Madrasah
Prinsip pembelajaran Kurikulum Merdeka di madrasah meliputi:
- Berpihak pada Murid: Menyesuaikan dengan kebutuhan, minat, dan kesiapan belajar siswa.
- Mendalam dan Bermakna: Dorong pemahaman konsep mendalam, bukan sekadar hafalan.
- Berdiferensiasi: Sesuaikan konten, proses, dan produk dengan keragaman murid.
- Kontekstual dan Relevan: Hubungkan materi dengan kehidupan nyata dan nilai-nilai keislaman.
- Kolaboratif dan Menyenangkan: Libatkan interaksi antar siswa dan guru secara aktif.
Prinsip Asesmen yang Efektif
Asesmen di madrasah tahun 2025 mengikuti prinsip:
- Terpadu dengan Pembelajaran: Asesmen menjadi bagian integral proses belajar.
- Fungsional dan Informatif: Memberikan umpan balik untuk perbaikan berkelanjutan.
- Adil dan Reliable: Objektif, valid, dan konsisten.
- Sederhana: Tidak membebani guru maupun murid.
- Bahan Refleksi: Untuk guru menyempurnakan strategi pembelajaran.
Asesmen formatif lebih diutamakan sebagai alat pengembangan murid.
Perencanaan Pembelajaran dan Asesmen
Langkah perencanaan meliputi:
- Analisis Capaian Pembelajaran (CP) menjadi Tujuan Pembelajaran (TP).
- Pemetaan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP).
- Penyusunan Modul Ajar dengan elemen diferensiasi.
- Perencanaan asesmen diagnostik, formatif, dan sumatif.
| Tahap Perencanaan | Aktivitas Utama | Output |
|---|---|---|
| Analisis CP | Dekomposisi kompetensi per fase | Daftar TP |
| Pemetaan ATP | Urutkan TP secara logis | Alur tahunan |
| Modul Ajar | Rancang aktivitas & asesmen | Modul siap pakai |
Pelaksanaan Pembelajaran Berdiferensiasi
Pelaksanaan pembelajaran di madrasah tahun 2025 menerapkan pendekatan "Teaching at the Right Level" (mengajar sesuai tingkat kemampuan murid). Pendekatan ini dimulai dengan asesmen diagnostik awal untuk memetakan kemampuan dan kebutuhan setiap murid, kemudian dilanjutkan dengan diferensiasi pada tiga aspek utama:
- Konten: Materi yang diberikan disesuaikan tingkat kesulitan. Contoh: Murid cepat mendapat tambahan bacaan ayat Al-Quran tentang tema; murid lambat mendapat penjelasan dasar dengan gambar sederhana.
- Proses: Cara belajar disesuaikan gaya belajar murid. Contoh: Visual dengan video animasi; kinestetik dengan praktik langsung; auditori dengan diskusi kelompok.
- Produk: Bentuk tugas akhir disesuaikan minat & kemampuan. Contoh: Poster, video pendek, makalah, atau presentasi oral.
Guru dapat mengelompokkan murid secara fleksibel (homogen atau heterogen) berdasarkan hasil asesmen diagnostik, sehingga setiap murid belajar pada "zona perkembangan terdekat" (Zone of Proximal Development).
Jenis-Jenis Asesmen: Formatif dan Sumatif
Asesmen dibagi menjadi dua jenis utama dengan proporsi yang lebih berat pada formatif untuk mendukung proses belajar berkelanjutan:
- Asesmen Formatif Tujuan: Memberi umpan balik untuk perbaikan proses belajar Contoh Teknik: Observasi, jurnal refleksi, kuis singkat, diskusi kelompok, peer assessment, checklist praktik Frekuensi: Harian/mingguan (70-80% bobot)
- Asesmen Sumatif Tujuan: Mengukur pencapaian akhir TP/CP Contoh Teknik: Ulangan akhir semester, portofolio proyek, ujian praktik, presentasi akhir, tes tulis terstruktur Frekuensi: Akhir fase/semester (20-30% bobot)
Selain itu, ada asesmen diagnostik (awal tahun/TP) untuk memetakan kesiapan murid.
Contoh Praktik Pembelajaran dan Asesmen
Berikut contoh lengkap implementasi di mata pelajaran Fiqih Kelas VII (TP: Memahami thaharah dan praktik wudhu):
- Asesmen Diagnostik Awal: Kuis singkat + observasi praktik wudhu untuk mengelompokkan murid (pemula, menengah, mahir).
- Diferensiasi Konten: Pemula: video dasar + gambar urutan; Mahir: tambahan ayat & hadits tentang keutamaan thaharah.
- Diferensiasi Proses: Pemula: demonstrasi guru + praktik berpasangan; Mahir: diskusi kelompok tentang kesalahan umum wudhu.
- Diferensiasi Produk: Pemula: checklist praktik; Menengah: video rekaman wudhu sendiri; Mahir: presentasi "Makna Spiritual Kebersihan dalam Islam".
- Asesmen Formatif: Observasi proses wudhu + jurnal refleksi "Apa yang saya rasakan setelah berwudhu?"
- Asesmen Sumatif: Portofolio (video + refleksi) + tes praktik akhir.
Contoh serupa dapat diterapkan pada mata pelajaran lain, seperti IPA (praktik sholat dengan pengukuran sudut kiblat) atau Bahasa Arab (proyek membuat dialog adab bertamu).
Evaluasi, Pelaporan, dan Tindak Lanjut
Evaluasi dilakukan secara berkelanjutan melalui analisis data asesmen untuk melihat perkembangan murid. Pelaporan raport madrasah 2025 menggunakan kombinasi:
- Deskripsi Naratif: Kalimat kualitatif tentang kekuatan & area perbaikan murid (contoh: "Murid sudah mampu melaksanakan wudhu dengan benar dan mulai memahami makna spiritualnya").
- Skor/Nilai: Angka atau predikat (A/B/C/D) berdasarkan pencapaian TP.
- Catatan Perkembangan: Perbandingan dengan fase sebelumnya.
Tindak lanjut:
- Remedial: Bagi murid belum tuntas (misal: kelas tambahan praktik wudhu).
- Pengayaan: Bagi murid sudah mahir (misal: proyek penelitian tentang air zam-zam).
- Program Individual: Untuk murid berkebutuhan khusus.
Integrasi dengan Kokurikuler dan KBC
Pembelajaran intrakurikuler terintegrasi erat dengan kegiatan kokurikuler untuk penguatan profil lulusan, serta materi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sesuai Keputusan Dirjen Pendis No. 6077/2025.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
1. Apa perbedaan asesmen formatif dan sumatif?
Formatif untuk umpan balik proses belajar, sumatif untuk evaluasi akhir pencapaian.
2. Bagaimana menerapkan diferensiasi di madrasah?
Mulai dari asesmen diagnostik untuk mengelompokkan murid berdasarkan kesiapan.
3. Apakah asesmen harus terintegrasi dengan pembelajaran?
Ya, menjadi siklus yang tidak terpisahkan.
Kesimpulan
Panduan Pembelajaran dan Asesmen di Madrasah Tahun 2025 (TERBARU) ini menjadi kunci sukses implementasi Kurikulum Merdeka. Mari terapkan secara kreatif untuk mencetak generasi madrasah yang berakhlak mulia, berprestasi, dan siap menghadapi masa depan!
Bagikan pengalaman implementasi di madrasahmu di komentar ya! 👇
📥 DOWNLOAD PANDUAN RESMI TERBARU 2025 SEKARANG!
Klik untuk Download Panduan Pembelajaran dan Asesmen Madrasah 2025 (PDF Resmi Kemenag)Live Preview Panduan (Google Drive Viewer):
Posting Komentar untuk "Panduan Lengkap Pembelajaran dan Asesmen di Madrasah Tahun 2025 (TERBARU)"