Setiap tahun sekolah di seluruh Indonesia menggelar upacara dan berbagai kegiatan, tetapi tidak semua siswa benar-benar memahami sejarah Hari Pahlawan 10 November. Mengapa harus tanggal 10 November? Apa yang terjadi di Surabaya pada tahun 1945, dan siapa saja tokoh yang terlibat? Pertanyaan-pertanyaan ini sering muncul di kelas, dalam lomba cerdas cermat, hingga soal ujian IPS dan Sejarah.
Artikel ini merangkum sejarah Hari Pahlawan secara runtut: dari insiden bendera di Hotel Yamato, kedatangan pasukan Sekutu, tewasnya Brigjen Mallaby, ultimatum Inggris, hingga pertempuran besar yang menjadi dasar penetapan Hari Pahlawan. Dilengkapi tabel kronologi, daftar tokoh, makna peringatan, dan ide kegiatan sekolah, artikel ini bisa langsung dipakai guru sebagai bahan ajar menjelang 10 November 2026.
Daftar Isi
- Latar Belakang Sejarah Hari Pahlawan 10 November
- Kronologi Pertempuran Surabaya 1945
- Tokoh Penting Pertempuran 10 November
- Penetapan Hari Pahlawan: Dasar Hukum dan Tema
- Makna Sejarah Hari Pahlawan 10 November bagi Pelajar
- Ide Kegiatan Peringatan Hari Pahlawan di Sekolah
- FAQ seputar Hari Pahlawan
- Kesimpulan
Latar Belakang Sejarah Hari Pahlawan 10 November
Hari Pahlawan tidak bisa dilepaskan dari situasi Indonesia setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Kemerdekaan baru saja diumumkan, tetapi Belanda belum rela melepaskan bekas jajahannya. Di sisi lain, Jepang yang kalah dalam Perang Dunia II masih memiliki pasukan dan persenjataan di berbagai kota.
Sekutu kemudian mengirim pasukan ke Indonesia untuk melucuti tentara Jepang dan memulangkan tawanan perang. Masalahnya, kedatangan Sekutu turut diboncengi NICA (Netherlands Indies Civil Administration), pemerintahan sipil Hindia Belanda. Rakyat Indonesia menilai hal ini sebagai upaya Belanda untuk kembali berkuasa.
Insiden Bendera di Hotel Yamato (19 September 1945)
Ketegangan di Surabaya mulai memanas sejak 19 September 1945. Sekelompok orang Belanda yang dipimpin W.V.C. Ploegman mengibarkan bendera Belanda (merah-putih-biru) di puncak Hotel Yamato, kini bernama Hotel Majapahit, tanpa izin pemerintah Republik di Surabaya.
Residen Soedirman (pejabat Republik di Surabaya, bukan Panglima Besar Soedirman) mencoba berunding agar bendera diturunkan, tetapi Ploegman menolak. Para pemuda lalu naik ke atap hotel dan merobek bagian birunya sehingga yang berkibar tinggal Merah Putih. Peristiwa ini menjadi simbol keberanian arek-arek Suroboyo dan sampai sekarang rutin diperingati di Surabaya.
Resolusi Jihad dan Semangat Rakyat Surabaya
Pada 22 Oktober 1945, KH Hasyim Asy'ari bersama para ulama mengeluarkan Resolusi Jihad yang menyatakan bahwa membela tanah air dari penjajah merupakan kewajiban. Seruan ini menggerakkan ribuan santri dan masyarakat untuk ikut mempertahankan Surabaya. Kisah lengkapnya dapat dibaca pada biografi KH Hasyim Asy'ari dan peran Resolusi Jihad 1945.
Kronologi Pertempuran Surabaya 1945
Agar mudah dipahami siswa, berikut ringkasan peristiwa penting yang menjadi inti sejarah Hari Pahlawan. Tabel ini juga praktis dijadikan bahan presentasi atau kisi-kisi soal.
| Tanggal | Peristiwa |
|---|---|
| 17 Agustus 1945 | Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Jakarta. |
| 19 September 1945 | Insiden bendera di Hotel Yamato; bagian biru bendera Belanda dirobek. |
| 22 Oktober 1945 | KH Hasyim Asy'ari mengeluarkan Resolusi Jihad. |
| 25 Oktober 1945 | Sekitar 6.000 tentara Brigade ke-49 Divisi India ke-23 (Inggris) mendarat di Surabaya di bawah Brigjen A.W.S. Mallaby. |
| 28 Oktober 1945 | Pertempuran pecah antara pejuang Indonesia dan pasukan Inggris. |
| Akhir Oktober 1945 | Soekarno, Mohammad Hatta, dan Amir Sjarifuddin datang ke Surabaya untuk berunding; gencatan senjata disepakati. |
| 30 Oktober 1945 | Brigjen Mallaby tewas di sekitar Jembatan Merah. |
| 9 November 1945 | Mayjen E.C. Mansergh mengeluarkan ultimatum dengan batas waktu 10 November pukul 06.00. |
| 10 November 1945 | Inggris melancarkan serangan besar dari darat, laut, dan udara. |
| Akhir November 1945 | Pertempuran utama berakhir setelah sekitar tiga minggu perlawanan sengit. |
Kedatangan Sekutu dan Pertempuran Awal
Pasukan Inggris yang tiba pada 25 Oktober 1945 bertugas mengevakuasi tawanan Eropa dan melucuti tentara Jepang. Namun, gerak-gerik mereka dan kehadiran unsur NICA membuat pejuang Surabaya curiga. Bentrokan pun tidak terhindarkan dan pecah pada 28 Oktober 1945.
Pejuang Indonesia yang jumlahnya jauh lebih banyak berhasil mendesak pasukan Inggris. Situasi ini mendorong pihak Inggris mendatangkan Presiden Soekarno, Wakil Presiden Mohammad Hatta, dan Amir Sjarifuddin untuk meredakan pertempuran. Gencatan senjata memang disepakati, tetapi suasana tetap tegang karena komunikasi yang kacau dan rasa saling curiga.
Tewasnya Brigjen A.W.S. Mallaby
Pada 30 Oktober 1945, Brigjen Mallaby tewas di sekitar Jembatan Merah ketika terjadi baku tembak. Hingga kini penyebab pastinya masih diperdebatkan sejarawan, apakah karena tembakan atau ledakan granat. Kematian seorang jenderal membuat pihak Inggris sangat marah dan memutuskan mengirim kekuatan yang jauh lebih besar.
Ultimatum Mansergh dan Serangan 10 November
Pengganti Mallaby, Mayor Jenderal Eric Carden Robert Mansergh, mengeluarkan ultimatum pada 9 November 1945. Isinya meminta para pejuang Indonesia menyerahkan senjata dan menyerah tanpa syarat, paling lambat 10 November 1945 pukul 06.00.
Rakyat Surabaya menolak ultimatum tersebut. Pada malam 9 November, Gubernur Jawa Timur R.M.T. Ario Soerjo menyampaikan pidato radio yang menegaskan sikap untuk bertahan.
Begitu batas waktu habis, Inggris menggempur Surabaya dengan pasukan Divisi India ke-5 yang didukung tank, kapal perang, dan pesawat. Para pejuang melawan dengan senjata seadanya, termasuk senjata rampasan dari Jepang. Pertempuran berlangsung sekitar tiga minggu dan menjadi salah satu pertempuran terbesar dalam revolusi kemerdekaan Indonesia.
Korban dan Dampak Pertempuran
Perkiraan korban berbeda-beda di setiap sumber. Ensiklopedia sejarah mencatat korban tewas di pihak Indonesia diperkirakan antara 6.300 hingga 15.000 orang, sementara pihak Inggris-India kehilangan sekitar 295 personel (tewas dan hilang). Sekitar 200.000 penduduk diperkirakan mengungsi dari kota.
Secara militer Inggris berhasil menguasai Surabaya. Namun, perlawanan yang begitu gigih menunjukkan kepada dunia bahwa rakyat Indonesia sungguh-sungguh mempertahankan kemerdekaannya. Inilah alasan Surabaya dijuluki Kota Pahlawan.
Tokoh Penting Pertempuran 10 November
Banyak tokoh yang berperan dalam pertempuran ini, dari pemimpin pemerintahan hingga ulama dan rakyat biasa. Berikut beberapa nama yang paling sering ditanyakan dalam pelajaran maupun lomba.
| Tokoh | Peran |
|---|---|
| Bung Tomo (Sutomo) | Membakar semangat rakyat lewat siaran radio dengan pekik "Merdeka atau Mati!" |
| KH Hasyim Asy'ari | Pencetus Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 yang menggerakkan santri. |
| Gubernur R.M.T. Ario Soerjo | Gubernur Jawa Timur yang menyampaikan sikap menolak ultimatum Inggris. |
| Sungkono | Komandan pertahanan kota Surabaya. |
| Moestopo | Tokoh militer yang memimpin perlawanan di awal kedatangan Sekutu. |
| K'tut Tantri | Penyiar radio perjuangan berbahasa Inggris yang mengabarkan perjuangan Indonesia ke dunia. |
Bung Tomo, Suara Perlawanan Arek Suroboyo
Di antara semua tokoh, Bung Tomo paling melekat dengan Hari Pahlawan. Pidatonya yang berapi-api lewat radio membuat rakyat Surabaya berani menghadapi kekuatan militer yang jauh lebih modern. Kisah hidupnya diulas lengkap dalam biografi Bung Tomo, api semangat pertempuran 10 November 1945.
Peran Santri dan Rakyat Biasa
Pertempuran Surabaya bukan hanya perang tentara. Santri, pemuda, pelajar, buruh, hingga pedagang ikut turun ke jalan. Banyak di antara mereka gugur tanpa tercatat namanya. Hal ini penting disampaikan kepada siswa: pahlawan tidak selalu tokoh terkenal.
Penetapan Hari Pahlawan: Dasar Hukum dan Tema
Pengorbanan rakyat Surabaya kemudian diabadikan negara. Tanggal 10 November ditetapkan sebagai Hari Pahlawan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 316 Tahun 1959 yang ditetapkan Presiden Soekarno pada 16 Desember 1959. Keppres ini mengatur hari-hari nasional yang bukan hari libur.
Apakah Hari Pahlawan Tanggal Merah?
Tidak. Hari Pahlawan termasuk hari nasional yang bukan hari libur, sehingga sekolah dan kantor tetap beraktivitas, biasanya diawali upacara bendera. Pada 2026, Hari Pahlawan jatuh pada hari Selasa, 10 November 2026.
Tema Hari Pahlawan dari Tahun ke Tahun
Tema dan logo peringatan biasanya diumumkan Kementerian Sosial menjelang 10 November. Berikut tema dua tahun terakhir:
- 2024: "Teladani Pahlawanmu, Cintai Negerimu"
- 2025: "Pahlawanku Teladanku, Terus Bergerak, Melanjutkan Perjuangan"
- 2026: hingga artikel ini ditulis (22 Oktober 2026), tema resmi belum diumumkan. Pantau situs resmi kemensos.go.id menjelang awal November.
Makna Sejarah Hari Pahlawan 10 November bagi Pelajar
Memahami sejarah Hari Pahlawan 10 November tidak cukup berhenti pada hafalan tanggal. Ada nilai-nilai yang relevan untuk kehidupan siswa hari ini dan sejalan dengan dimensi profil lulusan, terutama kewargaan dan karakter.
Nilai-Nilai Kepahlawanan yang Bisa Diteladani
- Rela berkorban: para pejuang mendahulukan kepentingan bangsa di atas diri sendiri.
- Pantang menyerah: tetap melawan meski kalah persenjataan.
- Persatuan: tentara, santri, pemuda, dan rakyat bersatu tanpa memandang latar belakang.
- Cinta tanah air: mempertahankan kemerdekaan yang baru diproklamasikan.
- Keberanian bersikap: berani menolak tekanan yang tidak adil.
Menjadi Pahlawan di Masa Kini
Siswa tidak perlu mengangkat senjata untuk menjadi pahlawan. Belajar sungguh-sungguh, jujur saat ujian, membantu teman, menjaga lingkungan sekolah, dan tidak ikut menyebarkan hoaks adalah bentuk nyata meneruskan perjuangan. Guru dapat mengajak siswa menuliskan satu "aksi kepahlawanan kecil" yang akan mereka lakukan selama bulan November.
Ide Kegiatan Peringatan Hari Pahlawan di Sekolah
Agar peringatan tidak sekadar seremoni, berikut beberapa kegiatan yang bisa disesuaikan dengan jenjang SD, SMP, maupun SMA.
| Kegiatan | Jenjang | Tujuan |
|---|---|---|
| Upacara bendera dan mengheningkan cipta | Semua jenjang | Menghormati jasa pahlawan |
| Lomba mewarnai/menggambar tokoh pahlawan | SD kelas rendah | Mengenalkan tokoh secara menyenangkan |
| Cerdas cermat sejarah Pertempuran Surabaya | SD kelas tinggi, SMP | Menguatkan pemahaman kronologi |
| Membaca ulang pidato Bung Tomo / lomba orasi | SMP, SMA | Melatih keberanian berbicara |
| Membuat linimasa (timeline) atau poster digital | SMP, SMA | Literasi sejarah dan digital |
| Ziarah ke Taman Makam Pahlawan terdekat | Semua jenjang | Pembelajaran kontekstual |
Tips Mengajarkan Sejarah Hari Pahlawan di Kelas
- Mulai dengan pertanyaan pemantik, misalnya "Mengapa Surabaya disebut Kota Pahlawan?"
- Gunakan tabel kronologi di atas sebagai bahan diskusi kelompok.
- Bagi siswa menjadi kelompok tokoh, lalu minta tiap kelompok mempresentasikan peran tokohnya.
- Tutup dengan refleksi: nilai apa yang bisa diterapkan di sekolah?
Jika sekolah juga menyiapkan bahan upacara, contoh struktur amanat yang menghubungkan sejarah dengan kehidupan siswa bisa meniru pola pada contoh amanat pembina upacara Hari Santri 2026, karena kedua peringatan sama-sama berakar pada perjuangan rakyat Surabaya tahun 1945.
FAQ seputar Hari Pahlawan
Mengapa Hari Pahlawan diperingati setiap 10 November?
Karena pada 10 November 1945 terjadi serangan besar Inggris ke Surabaya yang dilawan habis-habisan oleh rakyat. Pertempuran ini menjadi simbol keberanian bangsa mempertahankan kemerdekaan.
Apa dasar hukum penetapan Hari Pahlawan?
Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959 yang ditetapkan pada 16 Desember 1959.
Siapa tokoh yang paling dikenal dalam pertempuran 10 November?
Bung Tomo (Sutomo), yang membakar semangat rakyat lewat siaran radio. Tokoh lain antara lain KH Hasyim Asy'ari, Gubernur Soerjo, Sungkono, dan Moestopo.
Siapa jenderal Inggris yang tewas di Surabaya?
Brigadir Jenderal A.W.S. Mallaby, yang tewas pada 30 Oktober 1945 di sekitar Jembatan Merah.
Apakah Hari Pahlawan termasuk hari libur nasional?
Tidak. Hari Pahlawan adalah hari nasional yang bukan hari libur, sehingga kegiatan sekolah tetap berjalan.
Berapa lama Pertempuran Surabaya berlangsung?
Pertempuran utama yang dimulai 10 November 1945 berlangsung sekitar tiga minggu hingga akhir November 1945.
Kesimpulan Sejarah Hari Pahlawan 10 November
Sejarah Hari Pahlawan 10 November berawal dari perlawanan rakyat Surabaya terhadap pasukan Sekutu yang diboncengi NICA, dipicu oleh insiden Hotel Yamato, tewasnya Brigjen Mallaby, dan ultimatum Mansergh. Keberanian ribuan pejuang yang menolak menyerah kemudian diabadikan melalui Keppres Nomor 316 Tahun 1959.
Semoga rangkuman ini membantu Bapak/Ibu guru menyiapkan pembelajaran dan kegiatan peringatan. Untuk memperkaya materi, baca juga biografi I Gusti Ngurah Rai, pahlawan Puputan Margarana, dan bagikan artikel ini kepada rekan guru yang sedang menyiapkan peringatan Hari Pahlawan 2026.
Posting Komentar untuk "Sejarah Hari Pahlawan 10 November: Kronologi, Tokoh, dan Maknanya"