Setiap 25 November, sekolah dan madrasah di seluruh Indonesia menggelar upacara, memberi bunga, dan menulis ucapan terima kasih untuk para guru. Namun, tidak banyak siswa yang tahu sejarah Hari Guru Nasional. Mengapa tanggalnya 25 November? Apa hubungannya dengan PGRI, dan sejak kapan peringatan ini resmi ditetapkan pemerintah?
Artikel ini menjawab semuanya secara runtut. Pembahasannya dimulai dari organisasi guru zaman Hindia Belanda, berlanjut ke Kongres Guru Indonesia di Surakarta tahun 1945, hingga terbitnya Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994. Ada juga tabel kronologi, tokoh penting, makna peringatan, dan ide kegiatan yang bisa langsung dipakai guru menjelang Hari Guru Nasional 2026.
Daftar Isi
- Sejarah Hari Guru Nasional Bermula dari Masa Kolonial
- Kongres Guru Indonesia 1945 dan Lahirnya PGRI
- Kronologi Sejarah Hari Guru Nasional dalam Satu Tabel
- Penetapan Hari Guru Nasional lewat Keppres 78 Tahun 1994
- Tokoh Pendidikan yang Patut Dikenang
- Makna Hari Guru Nasional bagi Guru dan Siswa
- Ide Kegiatan Hari Guru Nasional 2026 di Sekolah
- FAQ seputar Hari Guru Nasional
- Kesimpulan Sejarah Hari Guru Nasional
Sejarah Hari Guru Nasional Bermula dari Masa Kolonial
Akar Hari Guru Nasional jauh lebih tua dari kemerdekaan. Peringatan ini lahir dari perjuangan panjang para guru pribumi yang ingin diperlakukan setara dan ikut membangun kesadaran kebangsaan.
PGHB, Organisasi Guru Pribumi Tahun 1912
Pada tahun 1912 berdiri Persatoean Goeroe Hindia Belanda (PGHB). Anggotanya beragam: guru bantu, guru desa, kepala sekolah, dan penilik sekolah. Sebagian besar dari mereka mengajar di sekolah desa dan sekolah rakyat angka dua, yaitu sekolah untuk anak-anak pribumi.
Saat itu guru pribumi mendapat gaji dan status yang jauh di bawah guru Belanda. Karena itu, PGHB berjuang memperbaiki nasib dan derajat anggotanya. Organisasi ini menjadi salah satu wadah perjuangan guru pribumi pada masa penjajahan.
Munculnya Banyak Organisasi Guru
Perbedaan ijazah, pangkat, dan tempat kerja membuat guru terpecah ke dalam banyak organisasi. Di samping PGHB, muncul Persatuan Guru Bantu (PGB), Perserikatan Guru Desa (PGD), Persatuan Guru Ambachtsschool (PGAS), Perserikatan Normaalschool (PNS), dan Hogere Kweekschool Bond (HKSB). Ada pula organisasi guru yang berlatar agama atau kebangsaan.
Keadaan ini menunjukkan bahwa guru belum bersatu. Persatuan yang sesungguhnya baru tercapai setelah Indonesia merdeka.
Nama "Indonesia" yang Membuat Belanda Gelisah
Pada tahun 1932, PGHB berganti nama menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI). Perubahan ini bukan sekadar soal nama. Pemerintah kolonial gelisah karena kata "Indonesia" mengandung semangat kebangsaan, sesuatu yang tidak mereka sukai.
Ketika Jepang berkuasa, kegiatan PGI terhenti. Semua organisasi dilarang dan banyak sekolah ditutup. Meski begitu, semangat para guru untuk bersatu tidak padam.
Kongres Guru Indonesia 1945 dan Lahirnya PGRI
Inilah bagian terpenting dalam sejarah Hari Guru Nasional. Sekitar 100 hari setelah Proklamasi 17 Agustus 1945, para guru dari berbagai daerah berkumpul dalam Kongres Guru Indonesia di Surakarta, Jawa Tengah, pada 24–25 November 1945. Penggerak dan pemimpin kongres ini adalah Amin Singgih dan Rh. Koesnan.
Semua Organisasi Guru Melebur Menjadi Satu
Dalam kongres itu, organisasi-organisasi guru yang sebelumnya terpisah karena perbedaan ijazah, tempat kerja, daerah, politik, agama, dan suku sepakat membubarkan diri. Mereka bersatu dalam satu wadah baru, yaitu Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), yang lahir pada 25 November 1945.
Perlu diingat, suasananya masih genting. Pada waktu yang hampir bersamaan, rakyat Surabaya sedang bertempur melawan pasukan Sekutu. Kisahnya dapat dibaca dalam artikel sejarah Hari Pahlawan 10 November dan Pertempuran Surabaya. Para guru memilih bersatu justru ketika kemerdekaan sedang dipertaruhkan.
Tiga Tujuan PGRI dari Kongres Pertama
Kongres pertama PGRI merumuskan tiga tujuan yang masih relevan sampai sekarang:
- Mempertahankan dan menyempurnakan Republik Indonesia.
- Mempertinggi tingkat pendidikan dan pengajaran sesuai dengan dasar-dasar kerakyatan.
- Membela hak dan nasib buruh umumnya, serta guru pada khususnya.
Tujuan pertama PGRI adalah membela negara, bukan membela kepentingan guru. Ini bukti bahwa sejak awal guru Indonesia menempatkan diri sebagai pejuang kemerdekaan.
Baca juga: Biografi Ki Hajar Dewantara: Sang Bapak Pendidikan Nasional
Kronologi Sejarah Hari Guru Nasional dalam Satu Tabel
Agar mudah diingat siswa, berikut ringkasan peristiwa penting yang membentuk Hari Guru Nasional. Tabel ini juga praktis dijadikan bahan presentasi, kisi-kisi soal, atau materi lomba cerdas cermat.
| Tahun | Peristiwa | Keterangan |
|---|---|---|
| Masa penjajahan | ||
| 1912 | Berdiri Persatoean Goeroe Hindia Belanda (PGHB) | Wadah guru bantu, guru desa, kepala sekolah, dan penilik sekolah |
| 1932 | PGHB berganti nama menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI) | Kata "Indonesia" membuat pemerintah kolonial gelisah |
| 1942–1945 | Pendudukan Jepang | Organisasi dilarang, banyak sekolah ditutup, PGI tidak dapat beraktivitas |
| Masa kemerdekaan | ||
| 17 Agustus 1945 | Proklamasi Kemerdekaan Indonesia | Membuka jalan bagi persatuan organisasi guru |
| 24–25 November 1945 | Kongres Guru Indonesia di Surakarta | Dipimpin Amin Singgih dan Rh. Koesnan |
| 25 November 1945 | PGRI resmi berdiri | Tanggal ini kemudian diperingati sebagai HUT PGRI |
| 24 November 1994 | Presiden Soeharto menandatangani Keppres Nomor 78 Tahun 1994 | 25 November resmi menjadi Hari Guru Nasional |
| 2005 | Terbit UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen | Guru diakui sebagai tenaga profesional |
| 2008 | Terbit PP Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru | Mengatur antara lain tunjangan profesi guru |
| 25 November 2026 | Hari Guru Nasional 2026 (hari Rabu) | Bertepatan dengan HUT ke-81 PGRI |
Penetapan Hari Guru Nasional lewat Keppres 78 Tahun 1994
Selama puluhan tahun, 25 November diperingati sebagai hari ulang tahun PGRI. Pemerintah kemudian mengangkatnya menjadi peringatan nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994 tentang Hari Guru Nasional, yang ditandatangani Presiden Soeharto di Jakarta pada 24 November 1994.
Isi Pokok Keppres 78 Tahun 1994
| Bagian | Isi | Artinya bagi sekolah |
|---|---|---|
| Pertimbangan | Guru memiliki peran sangat penting dalam pembangunan bangsa, dan 25 November selama ini diperingati sebagai HUT PGRI | Tanggal dipilih karena bertepatan dengan lahirnya PGRI |
| Diktum pertama | Tanggal 25 November ditetapkan sebagai Hari Guru Nasional | Diperingati setiap tahun oleh seluruh satuan pendidikan |
| Diktum kedua | Hari Guru Nasional bukan hari libur | Kegiatan belajar dan upacara tetap berjalan |
| Diktum ketiga | Keputusan berlaku sejak tanggal ditetapkan | Peringatan resmi dimulai sejak 1994 |
Penguatan Lewat UU Guru dan Dosen
Perjuangan guru tidak berhenti pada penetapan hari peringatan. UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen menegaskan guru sebagai tenaga profesional. Aturan pelaksananya, PP Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru, mengatur antara lain tunjangan profesi bagi guru bersertifikat pendidik.
Karena itu, Hari Guru Nasional juga menjadi momen untuk mengingat bahwa martabat dan kesejahteraan guru diperjuangkan langkah demi langkah, sejak zaman PGHB sampai sekarang.
Tema dan Logo Hari Guru Nasional
Setiap tahun Kemendikdasmen menetapkan tema dan logo peringatan. Tema Hari Guru Nasional 2025 adalah "Guru Hebat, Indonesia Kuat", sedangkan Kemenag merilis logo dan tema sendiri untuk madrasah. Sampai artikel ini ditulis (akhir Oktober 2026), tema dan logo resmi Hari Guru Nasional 2026 belum diumumkan. Biasanya keduanya dirilis menjelang akhir November, bersama pedoman upacaranya.
Tokoh Pendidikan yang Patut Dikenang
Membahas sejarah Hari Guru Nasional tidak lengkap tanpa mengenal tokoh-tokoh yang meletakkan dasar pendidikan dan persatuan guru di Indonesia.
| Tokoh | Peran | Nilai yang bisa diteladani siswa |
|---|---|---|
| Amin Singgih | Penggerak dan pemimpin Kongres Guru Indonesia 1945 di Surakarta | Berani mempersatukan kelompok yang berbeda-beda |
| Rh. Koesnan | Penggerak dan pemimpin Kongres Guru Indonesia 1945 bersama Amin Singgih | Mengutamakan kepentingan bangsa di atas kelompok |
| Ki Hajar Dewantara | Pendiri Taman Siswa dan Bapak Pendidikan Nasional | Ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani |
| Dewi Sartika | Pelopor pendidikan bagi perempuan dari tanah Sunda | Pendidikan adalah hak semua orang, termasuk perempuan |
Semboyan Ki Hajar Dewantara masih dipakai sampai sekarang. Artinya, guru memberi teladan saat di depan, membangun semangat saat di tengah, dan memberi dorongan saat di belakang. Kisah perjuangan perempuan dalam dunia pendidikan bisa dibaca dalam biografi Dewi Sartika, pelopor pendidikan wanita Indonesia.
Makna Hari Guru Nasional bagi Guru dan Siswa
Hari Guru Nasional bukan sekadar seremoni tahunan. Ada beberapa makna penting yang bisa disampaikan kepada siswa saat upacara atau di kelas.
1. Menghargai Jasa Guru
Guru sering disebut "pahlawan tanpa tanda jasa". Hari Guru Nasional mengajak siswa dan masyarakat untuk berterima kasih secara nyata, misalnya dengan menghormati guru dan bersungguh-sungguh belajar.
2. Meneladani Persatuan Para Guru
Para guru tahun 1945 rela membubarkan organisasi masing-masing demi satu wadah bersama. Pesan ini cocok untuk siswa: perbedaan kelas, suku, atau agama tidak boleh menghalangi kerja sama.
3. Refleksi dan Peningkatan Mutu Pendidikan
Bagi guru, peringatan ini menjadi waktu untuk merenungkan cara mengajar, belajar hal baru, dan saling berbagi praktik baik. Tujuan kedua PGRI, yaitu mempertinggi mutu pendidikan, tetap menjadi pekerjaan rumah bersama.
4. Berbeda dengan Hari Guru Sedunia
Jangan tertukar: Hari Guru Nasional jatuh pada 25 November, sedangkan Hari Guru Sedunia (World Teachers' Day) diperingati setiap 5 Oktober dan diprakarsai UNESCO sejak 1994. Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei pun berbeda lagi, karena memperingati hari lahir Ki Hajar Dewantara.
| Peringatan | Tanggal | Latar belakang |
|---|---|---|
| Hari Guru Nasional | 25 November | Hari lahir PGRI tahun 1945, ditetapkan dengan Keppres 78 Tahun 1994 |
| Hari Guru Sedunia | 5 Oktober | Peringatan internasional yang diprakarsai UNESCO sejak 1994 |
| Hari Pendidikan Nasional | 2 Mei | Hari lahir Ki Hajar Dewantara, Bapak Pendidikan Nasional |
Ide Kegiatan Hari Guru Nasional 2026 di Sekolah
Hari Guru Nasional 2026 jatuh pada hari Rabu, 25 November 2026. Pada tahun 2025, Kemendikdasmen menyemarakkannya dengan rangkaian Bulan Guru Nasional, kampanye #TerimaKasihGuruku, dan Anugerah dan Apresiasi GTK. Di tingkat sekolah, berikut beberapa ide yang mudah dilaksanakan:
- Upacara bendera dengan pembina menyampaikan amanat tentang sejarah Hari Guru Nasional. Tata caranya bisa mengikuti panduan pelaksanaan upacara bendera di satuan pendidikan.
- Surat untuk guru: setiap siswa menulis surat atau kartu ucapan untuk guru yang paling berkesan.
- Siswa menjadi guru sehari: perwakilan siswa mengajar satu sesi singkat agar merasakan tantangan menjadi guru.
- Lomba bertema guru: baca puisi, menulis cerpen, poster digital, atau video pendek.
- Pojok sejarah: majalah dinding berisi kronologi PGHB, PGI, dan PGRI seperti tabel di atas.
- Cerdas cermat sejarah pendidikan: pertanyaan tentang PGRI, Keppres 78/1994, dan tokoh pendidikan.
- Apresiasi guru: penghargaan sederhana dari komite sekolah untuk guru teladan, guru purnabakti, atau guru dengan masa kerja terlama.
Kegiatan sebaiknya disesuaikan dengan jenjang. Siswa SD cocok membuat kartu ucapan dan bernyanyi bersama, sedangkan siswa SMP dan SMA bisa diajak menulis esai atau membuat video wawancara dengan guru.
FAQ seputar Hari Guru Nasional
Hari Guru Nasional 2026 jatuh pada hari apa?
Hari Guru Nasional 2026 jatuh pada hari Rabu, 25 November 2026, dan bertepatan dengan HUT ke-81 PGRI.
Apakah Hari Guru Nasional termasuk hari libur?
Tidak. Diktum kedua Keppres Nomor 78 Tahun 1994 menyebutkan bahwa Hari Guru Nasional bukan hari libur, sehingga sekolah tetap berjalan seperti biasa.
Mengapa Hari Guru Nasional diperingati tanggal 25 November?
Karena 25 November 1945 adalah hari lahirnya PGRI dalam Kongres Guru Indonesia di Surakarta. Tanggal itu sudah lama diperingati sebagai HUT PGRI sebelum ditetapkan sebagai Hari Guru Nasional pada 1994.
Siapa tokoh di balik berdirinya PGRI?
Kongres Guru Indonesia 1945 digerakkan dan dipimpin oleh Amin Singgih dan Rh. Koesnan, bersama para guru dari berbagai daerah.
Apa nama organisasi guru sebelum PGRI?
Cikal bakalnya adalah Persatoean Goeroe Hindia Belanda (PGHB) yang berdiri tahun 1912, lalu berganti nama menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI) pada 1932.
Apa tema Hari Guru Nasional 2026?
Hingga akhir Oktober 2026, tema resmi belum diumumkan. Sebagai pembanding, tema tahun 2025 adalah "Guru Hebat, Indonesia Kuat". Pantau pengumuman resmi Kemendikdasmen dan Kemenag menjelang 25 November.
Kesimpulan Sejarah Hari Guru Nasional
Sejarah Hari Guru Nasional adalah kisah persatuan. Berawal dari PGHB tahun 1912, berganti menjadi PGI tahun 1932, lalu melebur menjadi PGRI pada 25 November 1945 di tengah perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Pemerintah kemudian menetapkan tanggal itu sebagai Hari Guru Nasional melalui Keppres Nomor 78 Tahun 1994.
Dengan memahami sejarahnya, peringatan Hari Guru Nasional 2026 bisa terasa lebih bermakna, bukan sekadar upacara dan karangan bunga. Untuk menambah bahan ajar menjelang hari-hari besar nasional, silakan baca juga artikel terkait lainnya di Ruang Belajar Channel. Selamat Hari Guru Nasional untuk seluruh guru Indonesia!

Posting Komentar untuk "Sejarah Hari Guru Nasional 25 November: PGRI, Tokoh, dan Makna"