Mengapa siswa bisa langsung akrab dengan teman sebangku, tetapi kadang juga berselisih saat lomba kelas? Semua itu dijelaskan lewat materi bentuk interaksi sosial, salah satu bab dasar IPS SMP dan Sosiologi SMA yang hampir selalu keluar dalam penilaian harian maupun sumatif akhir semester.
Artikel ini merangkum pengertian interaksi sosial menurut para ahli, ciri dan syaratnya, enam faktor pendorong, hingga bentuk asosiatif dan disosiatif lengkap dengan subjenis dan contohnya. Di bagian akhir tersedia 15 soal pilihan ganda beserta kunci jawaban dan pembahasan yang bisa langsung dipakai guru untuk latihan di kelas.
Daftar Isi
- Pengertian Interaksi Sosial Menurut Para Ahli
- Ciri-Ciri dan Syarat Terjadinya Interaksi Sosial
- 6 Faktor Pendorong Interaksi Sosial
- Bentuk Interaksi Sosial Asosiatif
- Bentuk Interaksi Sosial Disosiatif
- 15 Contoh Soal Interaksi Sosial + Pembahasan
- FAQ seputar Interaksi Sosial
- Kesimpulan Materi Bentuk Interaksi Sosial
Pengertian Interaksi Sosial Menurut Para Ahli
Secara sederhana, interaksi sosial adalah hubungan timbal balik yang saling memengaruhi antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, atau kelompok dengan kelompok. Kata kuncinya ada pada timbal balik: tindakan satu pihak memancing tanggapan dari pihak lain.
Definisi dari Beberapa Tokoh
- John Lewis Gillin dan John Philip Gillin: interaksi sosial adalah hubungan sosial yang dinamis, menyangkut hubungan antarperorangan, antarkelompok, maupun antara perorangan dan kelompok.
- H. Bonner: hubungan antara dua individu atau lebih, ketika perilaku individu yang satu memengaruhi, mengubah, atau memperbaiki perilaku individu lain, atau sebaliknya.
- Soerjono Soekanto: interaksi sosial merupakan kunci dari seluruh kehidupan sosial. Tanpa interaksi, tidak mungkin ada kehidupan bersama.
Ketiga definisi itu sepakat bahwa interaksi tidak cukup hanya "bertemu". Harus ada pengaruh yang dirasakan kedua belah pihak. Dua orang yang duduk berdampingan di bus tanpa saling menyapa belum bisa disebut berinteraksi.
Ciri-Ciri dan Syarat Terjadinya Interaksi Sosial
Empat Ciri Interaksi Sosial
Charles P. Loomis menyebut empat ciri yang menandai sebuah interaksi sosial:
- Melibatkan lebih dari satu orang (pelaku berjumlah dua atau lebih).
- Terjadi komunikasi antarpelaku melalui kontak sosial.
- Memiliki maksud atau tujuan yang jelas.
- Memiliki dimensi waktu: masa lalu, masa kini, dan masa depan yang menentukan sifat hubungan.
Syarat Pertama: Kontak Sosial
Kontak sosial adalah hubungan awal antara pihak-pihak yang berinteraksi. Kontak bisa terjadi tanpa sentuhan fisik, misalnya lewat telepon atau pesan singkat. Berdasarkan caranya, kontak dibedakan menjadi dua.
- Kontak primer (langsung): bertatap muka, misalnya guru menyapa siswa di gerbang sekolah.
- Kontak sekunder (tidak langsung): melalui perantara orang lain atau media, misalnya wali kelas mengirim pengumuman lewat grup WhatsApp orang tua.
Berdasarkan sifatnya, kontak juga bisa positif (mengarah pada kerja sama) atau negatif (mengarah pada pertentangan).
Syarat Kedua: Komunikasi
Komunikasi adalah proses penyampaian pesan yang ditafsirkan dan ditanggapi oleh penerima. Komunikasi bisa verbal (lisan atau tulisan) dan nonverbal (anggukan, senyuman, kontak mata, gerak tangan). Kontak tanpa komunikasi belum menghasilkan interaksi, karena tidak ada pesan yang dipahami bersama.
6 Faktor Pendorong Interaksi Sosial
Interaksi tidak muncul begitu saja. Ada dorongan psikologis yang membuat seseorang mau mendekat, meniru, atau menolong orang lain. Enam faktor berikut paling sering diujikan.
| No. | Faktor | Pengertian Singkat | Contoh di Sekolah |
|---|---|---|---|
| 1 | Imitasi | Meniru sikap, perilaku, atau penampilan orang lain. | Siswa meniru cara guru favoritnya berbicara di depan kelas. |
| 2 | Sugesti | Menerima pandangan atau sikap orang lain tanpa berpikir kritis, biasanya dari sosok berwibawa. | Siswa langsung membeli buku yang disarankan kepala sekolah. |
| 3 | Identifikasi | Keinginan menjadi sama dengan orang lain; lebih mendalam daripada imitasi karena membentuk kepribadian. | Siswa bercita-cita menjadi dokter karena mengidolakan kakaknya yang dokter, lalu meniru disiplin belajarnya. |
| 4 | Simpati | Perasaan tertarik kepada orang lain, sering didasari perasaan, bukan nalar. | Siswa ingin berteman dengan murid baru yang ramah. |
| 5 | Empati | Lanjutan simpati: ikut merasakan keadaan orang lain seolah dialami sendiri. | Sekelas ikut sedih dan menggalang donasi saat teman tertimpa musibah. |
| 6 | Motivasi | Dorongan yang diberikan seseorang kepada orang lain sehingga penerima bersedia bertindak. | Wali kelas memberi semangat sehingga siswa giat belajar menjelang ujian. |
Perbedaan imitasi dan identifikasi paling sering membuat siswa keliru. Imitasi berhenti pada meniru hal yang tampak, sedangkan identifikasi sampai pada keinginan menjadi seperti tokoh tersebut. Begitu pula simpati dan empati: simpati baru "tertarik", empati sudah "ikut merasakan".
Bentuk Interaksi Sosial Asosiatif
Gillin dan Gillin membagi proses sosial hasil interaksi menjadi dua, yaitu asosiatif dan disosiatif. Bentuk interaksi sosial asosiatif mengarah pada persatuan dan keteraturan. Ada empat bentuk utama.
1. Kerja Sama (Cooperation)
Kerja sama adalah usaha bersama antarindividu atau antarkelompok untuk mencapai tujuan bersama. Bentuk-bentuknya antara lain:
- Kerukunan: gotong royong dan tolong-menolong, misalnya kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah.
- Bargaining: perjanjian pertukaran barang atau jasa antara dua organisasi atau lebih.
- Kooptasi: penerimaan unsur baru dalam kepemimpinan organisasi agar tidak terjadi kegoncangan.
- Koalisi: gabungan dua organisasi atau lebih yang memiliki tujuan sama.
- Joint venture: kerja sama dalam mengusahakan proyek tertentu, misalnya dua perusahaan membangun jalan tol bersama.
2. Akomodasi
Akomodasi adalah upaya meredakan pertentangan agar tercapai keseimbangan. Akomodasi tergolong asosiatif karena tujuannya memulihkan hubungan. Bentuk-bentuknya disajikan pada tabel berikut.
| Bentuk | Ciri Utama | Contoh |
|---|---|---|
| Koersi | Dilakukan dengan paksaan; satu pihak berada pada posisi lemah. | Penjajah memaksa rakyat bekerja tanpa upah. |
| Kompromi | Kedua pihak sama-sama mengurangi tuntutan. | Dua kelas sepakat membagi jadwal pemakaian lapangan. |
| Arbitrase | Diselesaikan pihak ketiga yang keputusannya mengikat. | Sengketa buruh dan perusahaan diputus lembaga arbitrase. |
| Mediasi | Pihak ketiga netral sebagai penengah, tanpa wewenang memutus. | Guru BK menengahi dua siswa yang berselisih. |
| Konsiliasi | Mempertemukan keinginan para pihak demi tercapainya kesepakatan. | Musyawarah warga dan pengembang soal lahan parkir. |
| Toleransi | Saling menghargai tanpa persetujuan formal. | Warga menghormati tetangga yang beribadah berbeda. |
| Stalemate | Pertentangan berhenti pada titik seimbang karena kekuatan setara. | Dua kelompok berhenti bertikai karena sama kuat. |
| Ajudikasi | Penyelesaian melalui pengadilan. | Sengketa warisan diputus hakim. |
Materi penyelesaian konflik ini erat kaitannya dengan aturan yang berlaku di masyarakat. Untuk memperdalamnya, pelajari juga macam-macam norma beserta sanksi dan fungsinya.
3. Asimilasi
Asimilasi adalah peleburan dua kebudayaan atau lebih sehingga muncul kebudayaan baru dan ciri budaya asal mulai hilang. Contohnya, keluarga hasil perkawinan campuran yang membentuk kebiasaan baru yang berbeda dari budaya kedua orang tuanya.
4. Akulturasi
Akulturasi adalah percampuran dua kebudayaan tanpa menghilangkan unsur budaya asli. Contoh klasiknya Masjid Menara Kudus yang memadukan arsitektur Islam dengan gaya bangunan Hindu-Jawa.
Baca juga: Proses Sosial dan Pendidikan: Kajian Mendalam Sosiologi Pendidikan
Bentuk Interaksi Sosial Disosiatif
Bentuk interaksi sosial disosiatif mengarah pada perpecahan atau renggangnya hubungan. Meski terdengar negatif, sebagian di antaranya, seperti persaingan sehat, justru mendorong kemajuan.
1. Persaingan (Competition)
Persaingan adalah usaha individu atau kelompok untuk meraih keuntungan atau perhatian tanpa ancaman dan kekerasan. Contohnya siswa berlomba meraih juara kelas atau dua toko bersaing memberi harga terbaik.
2. Kontravensi
Kontravensi berada di antara persaingan dan konflik. Wujudnya berupa sikap tidak suka yang disembunyikan, misalnya menyebar gosip, memfitnah, atau menghasut. Saat ini kontravensi banyak terjadi di dunia maya; dampaknya dibahas dalam artikel dampak negatif penggunaan media sosial secara berlebihan.
3. Pertentangan atau Konflik
Konflik adalah upaya mencapai tujuan dengan menentang pihak lain, sering disertai ancaman atau kekerasan. Penyebabnya bisa perbedaan pendapat, kepentingan, kebudayaan, atau perubahan sosial yang terlalu cepat. Contohnya tawuran pelajar atau sengketa batas wilayah antardesa.
| Aspek | Asosiatif | Disosiatif |
|---|---|---|
| Arah hubungan | Persatuan, keteraturan | Perpecahan, renggangnya hubungan |
| Bentuk utama | Kerja sama, akomodasi, asimilasi, akulturasi | Persaingan, kontravensi, konflik |
| Contoh | Gotong royong, mediasi guru BK, Masjid Menara Kudus | Lomba kelas, menyebar gosip, tawuran |
15 Contoh Soal Interaksi Sosial + Pembahasan
Soal berikut cocok untuk siswa SMP kelas 7 dan SMA kelas 10. Guru dapat memakainya sebagai kuis atau latihan sebelum penilaian.
Soal Nomor 1–5
1. Syarat terjadinya interaksi sosial adalah ....
A. imitasi dan sugesti
B. kontak sosial dan komunikasi
C. simpati dan empati
D. kerja sama dan persaingan
Jawaban: B. Pembahasan: tanpa kontak sosial dan komunikasi interaksi tidak terjadi; pilihan lain adalah faktor pendorong atau bentuk interaksi.
2. Wali kelas mengirim pengumuman rapat melalui grup WhatsApp. Kontak tersebut termasuk ....
A. kontak primer
B. kontak sekunder
C. kontak negatif
D. kontravensi
Jawaban: B. Pembahasan: kontak melalui media atau perantara disebut kontak sekunder.
3. Rina meniru gaya rambut penyanyi idolanya. Faktor pendorong interaksi yang tampak adalah ....
A. imitasi
B. identifikasi
C. simpati
D. motivasi
Jawaban: A. Pembahasan: Rina hanya meniru penampilan luar, belum ingin menjadi sama seutuhnya.
4. Sikap ikut merasakan penderitaan teman yang rumahnya terbakar disebut ....
A. sugesti
B. simpati
C. empati
D. imitasi
Jawaban: C. Pembahasan: empati adalah kemampuan ikut merasakan kondisi orang lain, lanjutan dari simpati.
5. Ahli yang membagi proses sosial menjadi asosiatif dan disosiatif adalah ....
A. Charles P. Loomis
B. H. Bonner
C. Gillin dan Gillin
D. Max Weber
Jawaban: C. Pembahasan: Gillin dan Gillin mengelompokkan proses sosial akibat interaksi menjadi asosiatif dan disosiatif.
Soal Nomor 6–10
6. Dua kelas sepakat membagi waktu latihan di lapangan agar sama-sama bisa berlatih. Bentuk akomodasi ini adalah ....
A. koersi
B. kompromi
C. arbitrase
D. stalemate
Jawaban: B. Pembahasan: kedua pihak mengurangi tuntutannya, ciri khas kompromi.
7. Guru BK menengahi perselisihan dua siswa tanpa memberi keputusan mengikat. Bentuk akomodasi tersebut adalah ....
A. mediasi
B. ajudikasi
C. konsiliasi
D. koersi
Jawaban: A. Pembahasan: mediator hanya penengah netral; jika keputusannya mengikat, itu arbitrase.
8. Penyelesaian sengketa tanah melalui pengadilan disebut ....
A. toleransi
B. arbitrase
C. ajudikasi
D. kompromi
Jawaban: C. Pembahasan: ajudikasi adalah penyelesaian perkara di pengadilan.
9. Masjid Menara Kudus memadukan unsur Islam dan Hindu-Jawa tanpa menghilangkan ciri aslinya. Ini contoh ....
A. asimilasi
B. akulturasi
C. akomodasi
D. kooptasi
Jawaban: B. Pembahasan: akulturasi mempertahankan unsur budaya asli, sedangkan asimilasi melebur menjadi budaya baru.
10. Gabungan dua partai politik yang memiliki tujuan sama dalam pemilu disebut ....
A. joint venture
B. bargaining
C. koalisi
D. kooptasi
Jawaban: C. Pembahasan: koalisi adalah kombinasi dua organisasi atau lebih dengan tujuan yang sama.
Soal Nomor 11–15
11. Menyebarkan gosip untuk menjatuhkan nama baik teman termasuk bentuk ....
A. persaingan
B. kontravensi
C. akomodasi
D. konflik terbuka
Jawaban: B. Pembahasan: kontravensi ditandai rasa tidak suka yang tersembunyi, misalnya gosip dan fitnah.
12. Persaingan berbeda dengan konflik karena persaingan ....
A. selalu disertai kekerasan
B. tidak disertai ancaman dan kekerasan
C. hanya terjadi antarkelompok
D. tidak memiliki tujuan
Jawaban: B. Pembahasan: persaingan dilakukan tanpa ancaman, sedangkan konflik sering disertai ancaman atau kekerasan.
13. Siswa langsung mengikuti saran kepala sekolah tanpa mempertimbangkannya lagi. Faktor pendorong yang terjadi adalah ....
A. sugesti
B. empati
C. identifikasi
D. imitasi
Jawaban: A. Pembahasan: sugesti adalah penerimaan pandangan tanpa sikap kritis, umumnya dari sosok berwibawa.
14. Pertikaian dua kelompok berhenti karena kekuatan keduanya seimbang. Bentuk akomodasi ini disebut ....
A. toleransi
B. stalemate
C. konsiliasi
D. koersi
Jawaban: B. Pembahasan: stalemate terjadi ketika pertentangan terhenti pada titik seimbang.
15. Berikut yang termasuk bentuk interaksi sosial asosiatif adalah ....
A. kontravensi
B. konflik
C. kerja sama
D. persaingan
Jawaban: C. Pembahasan: kerja sama mengarah pada persatuan, sedangkan tiga pilihan lain termasuk disosiatif.
| No. | Kunci | Jawaban | Materi yang Diuji |
|---|---|---|---|
| Soal 1–5: Syarat dan Faktor Pendorong | |||
| 1 | B | Kontak sosial dan komunikasi | Syarat interaksi |
| 2 | B | Kontak sekunder | Jenis kontak sosial |
| 3 | A | Imitasi | Faktor pendorong |
| 4 | C | Empati | Faktor pendorong |
| 5 | C | Gillin dan Gillin | Tokoh proses sosial |
| Soal 6–10: Bentuk Asosiatif | |||
| 6 | B | Kompromi | Bentuk akomodasi |
| 7 | A | Mediasi | Bentuk akomodasi |
| 8 | C | Ajudikasi | Bentuk akomodasi |
| 9 | B | Akulturasi | Akulturasi vs asimilasi |
| 10 | C | Koalisi | Bentuk kerja sama |
| Soal 11–15: Bentuk Disosiatif dan Campuran | |||
| 11 | B | Kontravensi | Bentuk disosiatif |
| 12 | B | Tanpa ancaman dan kekerasan | Persaingan vs konflik |
| 13 | A | Sugesti | Faktor pendorong |
| 14 | B | Stalemate | Bentuk akomodasi |
| 15 | C | Kerja sama | Asosiatif vs disosiatif |
FAQ seputar Interaksi Sosial
Apa perbedaan interaksi sosial asosiatif dan disosiatif?
Asosiatif mengarah pada persatuan (kerja sama, akomodasi, asimilasi, akulturasi), sedangkan disosiatif mengarah pada perpecahan (persaingan, kontravensi, konflik).
Apakah chatting di media sosial termasuk interaksi sosial?
Ya. Selama ada kontak dan komunikasi yang saling ditanggapi, percakapan daring termasuk interaksi sosial dengan kontak sekunder.
Mengapa akomodasi dimasukkan ke bentuk asosiatif?
Meski berawal dari pertentangan, tujuan akomodasi adalah meredakan konflik dan memulihkan keseimbangan, sehingga hasil akhirnya mengarah pada persatuan.
Apa beda arbitrase dan mediasi?
Keduanya melibatkan pihak ketiga. Pada arbitrase, pihak ketiga memberi keputusan yang mengikat; pada mediasi, pihak ketiga hanya menengahi dan memberi saran.
Apakah persaingan selalu berdampak buruk?
Tidak. Persaingan sehat memacu prestasi, misalnya lomba antarkelas. Persaingan menjadi masalah bila berubah menjadi kontravensi atau konflik.
Kesimpulan Materi Bentuk Interaksi Sosial
Interaksi sosial terjadi bila ada kontak sosial dan komunikasi, didorong oleh imitasi, sugesti, identifikasi, simpati, empati, dan motivasi. Bentuk interaksi sosial terbagi dua: asosiatif yang menyatukan dan disosiatif yang merenggangkan. Memahami contoh setiap bentuk akan membantu siswa menjawab soal studi kasus dengan tepat.
Bagi Bapak/Ibu guru yang sedang menyiapkan pembelajaran IPS, lengkapi bahan ajar dengan perangkat ajar Deep Learning IPS kelas 7, dan bagikan artikel ini kepada siswa sebagai bahan latihan.
Posting Komentar untuk "Bentuk Interaksi Sosial: Syarat, Faktor, Contoh + 15 Soal"